Senin, 14 Januari 2013

RUKUN RUKUN SHALAT

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! RUKUN RUKUN SHALAT merupakan salah satu Ilmu terpenting dalam Islam agar suatu amalan seorang Umat tidak sia-sia dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tentu bagi diri Umat itu sendiri. Alangkah baiknya, seharusnya bahkan wajib agar ilmu terkait dalam kategori Ilmu Fiqih itu dipelajari tidak hanya Ilmu yang sifatnya sementara karena sesungguhnya Manusia akan hidup dua kali sekarang boleh di dunia sukses dalam hal keduniaan tapi apakah kita pernah berfikir bagaimana dengan kehidupan kedua yakni akhirat. Sebagai umat Muslim memandang sukses haruslah lebih luas lagi dengan begitu sudah bisa dikatakan mendekati benar apabila harapan dan pencapaian sukses ditujukan kepada dua tempat seperti telah disebutkan diatas yakni Dunia dan Akhirat.

RUKUN RUKUN SHALAT
Insya Allah sembari belajar Saya sebagai penulis akan membantu, mengingatkan sesuai apa yang
memang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita umat Manusia, sesungguhnya Manusia diciptakan tidak lain dan tidak kurang yaitu untuk beribadah. Jadi sangatlah pantas apabila dituntut dalam hal ini yakni belajar Islam agar Totalitas Ibadah yang menjadi haraan dapat terlaksana sebagaimana mestinya seperti salah satunya seruan Allah "Tegakkan Sholat".

RUKUN RUKUN SHALAT
Ada empat belas rukun-rukun shalat: (1) Berdiri, jika seseorang mampu melakukannya, (2)Takbiratul ihram, (3)Membaca surat Al-Fatihah, (4)Ruku, (5)Bangkit dari ruku’, (6)Sujud dengan tujuh anggota badan10, (7)Menegakkan (punggung) dari sujud, (8)Duduk di antara dua sujud, (9)Tuma’ninah (yakni tenang dan tidak tergesa-gesa – pent) dalam seluruh rukun tersebut, (10)Berturutturut, (11)Tasyahud akhir, (12)Duduk tasyahud, (13)Bersshalawat atas Nabi, dan (14)Dua salam.

Rukun Pertama - Berdiri bila mampu. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'." (QS al-Baqarah/2:238)

Rukun Kedua - Takbiratul Ihram. Dalilnya adalah hadits:
[10] Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Aku telah diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan: dikening – dan beliau menunjuk hidungnya – kedua telapak tangan, kedua lutut dan jari-jari kaki." (HR Bukhari dan Muslim)

Rukun Ketiga - Kemudian membaca surat Al-Fatihah (merupakan) rukun dalam setiap Raka’at sebagaimana di dalam hadits: "Tidak ada shalat tanpa membaca Al-Fatihah". Ia adalah Ummul Qur’an
Salah satu Dalil adalah firman Allah Ta'ala berkaitan dengan orang-orang beriman diangkat dari kandungan surat Al-Fatihah:

"Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orangorang yang beriman." (QS Al-Ahzab/ 33 : 43)

"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS An-Nisaa/ 4 : 69)

Rukun Keempat - Ruku’.

Rukun Kelima - Bangkit dari ruku’.

Rukun Keenam - Sujud dengan tujuh anggota badan.

Rukun Ketujuh - Bangkit dari sujud.

Rukun Kedelapan - Duduk di antara dua sujud.
Dalil dari lima rukun terakhir ini adalah firman Allah:
"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu," (QS Al-Hajj/ 22 : 77)

dan juga hadist Rasul:
"Aku diperintahkan sujud di atas tujuh anggota badan..." (HR Bukhari Muslim)

Rukun Kesembilan - Tuma’ninah dalam setiap perbuatan.

Rukun Kesepuluh - Tertib secara berturut-turut antara rukun-rukun tersebut. Dalilnya (yakni kedua rukun terakhir) adalah hadits mengenai seorang laki-laki yang buruk shalatnya, diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu 'anhu "Suatu hari kami duduk bersama Rasulullah ketika datang seorang laki-laki yang kemudian shalat dan (setelah itu) kemudian memberi salam Rasulullah. Lalu beliau berkata:

"Kembali dan shalatlah karena sesungguhnya engkau belum shalat. Hal itu terjadi tiga kali, kemudian orang itu berkata, "Demi Yang Mengutusmu dengan haq, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik dari ini, makaajarkanlah kepadaku." Maka Rasulullah bersabda: "Jika engkau berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah yang mudah bagimu dari Al-Qur’an, kemudian ruku’lah hingga engkau thuma’ninah dalam keadaan ruku’, kemudian angkatlah hingga engkau beridri lurus, kemudian sujudlah hingga engkau thuma’ninah dalam keadaan sujud, kemudian angkatlah hingga engkau thuma’ninah dalam keadaan duduk, dan kerjakanlah yang demikian itu dalam shalatmu seluruhnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rukun Kesebelas dan Keduabelas - Tasyahud akhir adalah rukun yang wajib, sebagaimana didalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu, "Sebelum tasyahud diwajibkan bagi kami, kami mengatakan: "Assalaamu ‘ala Allahi min ibadihi, assalaamu ‘ala Jibril wa Mikail." Maka Rasulullah berkata:

"Jangan katakan ‘assalaamu ‘ala Allahi’ karena sesungguhnya Allah adalah As-Salaam. Namun katakanlah: "Attahiyaau Lillahi was Salawatu wat Tayyibaat. As-Salamu ‘alaika ayyuhan Nabi warahmatullahi wabarakatuh. As-Salamu ‘alaina wa‘ala ibaadillahi shalihin. Asyhadu an Laa ilaaha Illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadan Abdurhu wa Rasuuluhu." 17


[17] Artinya: "Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkahNya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya."" (HR Bukhari dan Muslim)


Rukun Ketigabelas dan Keempatbelas - "Ya Allah limpahkanlah shalawa atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad sebagaimana Engkau limpahkan shalawat atas Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Ash-shalah dari Allah adalah pujian-Nya kepada hamba-Nya dimala’ul a’la, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Abul ‘Aliyah yang berkata: "Ash-shalatuAllah adalah pujian-Nya kepada hamba-Nya di malaul a’la". Dikatakan juga bahwa ash-shalat berarti rahmat. Namun pengertian pertama lebih benar. Adapun ash-shalat ketika datang dari malaikat, maka ia berarti memohon ampunan. Dan dari manusia, ia berarti doa. Memohon keberkahan bagi Muhammad dan apa yang datang setelahnya adalah semua perkataan dan perbuatan sunnah.


Semoga dengan postingan ini dapat memberikan cahaya amalan bagi kita semua agar mencapai tujuan yang diharapkan akhirnya Saya cukupkan sampai disini dulu sekian dan terima kasih wassalam.

0 komentar:

Poskan Komentar